Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah salah satu hari raya besar yang diperingati di Bali dimana hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali dalam tanggalan Bali ( dalam 1 bulan ada 35 hari). Hari raya Galungan dan Kuningan secara keseluruhan mempunyai makna kemenangan suci antara Dharma melawan Adharma, yang mana arti sangat luas dan perenungan di dalam diri sendiri, Dharma (kebaikan) dan Adharma (keburukan).
Tiga hari sebelum hari galungan ada hari yang disebut sebagai Penyajan Galungan dimana pada hari ini umat Hindu mempersiapkan alat-alat upacara yang akan dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa sebagai rasa bhakti kepada-Nya.
1 hari menjelang galungan adalah Penampahan Galungan pada hari ini umat Hindu nampah (memotong hewan) babi. Babi dipilih untuk dipotong karena babi dikenal dengan sifat malas, rakus dan tamak maka babi dijadikan symbol dari sifat-sifat Adharma ( keburukan) dengan demikian diharapkan sifat-sifat itu dilebur sehingga pada hari raya Galungan esok harinya tidak ada lagi sifat seperti babi dalam kehidupan kita. Pada hari ini para lelaki biasanya membuat penjor dimana penjor ini melambangkan persembahan terhadap Bhatara di Gunung Agung ( Bhatara Giri Putra). Seperti kita ketahui, gunung adalah sumber dari kesuburan dan akhirnya kemakmuran.
1.Hanya penjor yang menggunakan unsur lengkap (sanggah, padi, pala bungkah, dan sebagainya) dapat dipergunakan dalam upacara keagamaan menurut fungsinya.
2.Penjor untuk dekorasi ( bukan upacara keagamaan) tidak diperbolehkan mempergunakan unsur-unsur tersebut diatas, tetapi hanya menggunakan hiasan-hiasannya saja ( bila dengan sampian hendaknya tanpa porosan).
Pada saat hari raya Galungan tiba umat Hindu akan bersembahyang di Pura mulai dari Pura keluarga, kayangan tiga ( desa, puseh,dalem).
Setelah merayakan hari raya Galungan besoknya dikenal dengan hari manis Galungan dimana pada hari itu umat Hindu masih tetap bersembahyang dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga.
Salam,
Arie
Tiga hari sebelum hari galungan ada hari yang disebut sebagai Penyajan Galungan dimana pada hari ini umat Hindu mempersiapkan alat-alat upacara yang akan dipersembahkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa sebagai rasa bhakti kepada-Nya.
1 hari menjelang galungan adalah Penampahan Galungan pada hari ini umat Hindu nampah (memotong hewan) babi. Babi dipilih untuk dipotong karena babi dikenal dengan sifat malas, rakus dan tamak maka babi dijadikan symbol dari sifat-sifat Adharma ( keburukan) dengan demikian diharapkan sifat-sifat itu dilebur sehingga pada hari raya Galungan esok harinya tidak ada lagi sifat seperti babi dalam kehidupan kita. Pada hari ini para lelaki biasanya membuat penjor dimana penjor ini melambangkan persembahan terhadap Bhatara di Gunung Agung ( Bhatara Giri Putra). Seperti kita ketahui, gunung adalah sumber dari kesuburan dan akhirnya kemakmuran.
1.Hanya penjor yang menggunakan unsur lengkap (sanggah, padi, pala bungkah, dan sebagainya) dapat dipergunakan dalam upacara keagamaan menurut fungsinya.
2.Penjor untuk dekorasi ( bukan upacara keagamaan) tidak diperbolehkan mempergunakan unsur-unsur tersebut diatas, tetapi hanya menggunakan hiasan-hiasannya saja ( bila dengan sampian hendaknya tanpa porosan).
Pada saat hari raya Galungan tiba umat Hindu akan bersembahyang di Pura mulai dari Pura keluarga, kayangan tiga ( desa, puseh,dalem).
Setelah merayakan hari raya Galungan besoknya dikenal dengan hari manis Galungan dimana pada hari itu umat Hindu masih tetap bersembahyang dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga.
Salam,
Arie





Calendar



