GOLDEN WEEK 

Golden Week atau minggu emas di Jepang adalah periode akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei memiliki serangkaian libur resmi.

Biasanya dimulai 29 April – 5 Mei, liburan ini menjadi panjang karena ada hari kejepit dan akhir pekan. Sejak tahun 2007 sepanjang periode golden week ada 4 hari libur yaitu :
1.Hari Shoowa ( 29 April )
2.Hari Peringatan Konstitusi ( 3 Mei )
3.Hari Hijau ( 4 Mei )
4.Hari Anak ( 5 Mei )

Biasanya perusahaan industri meliburkan karyawannya tanggal 1 Mei sebagai peringatan hari Buruh. Selama golden week merupakan salah satu masa tersibuk bagi jasa transportasi & pariwisata. Masa ini digunakan bagi masyarakat Jepang untuk pulang kedaerah asal atau berwisata ke luar negeri. Harga tiket pesawat, kereta api, tarif hotel dan paket wisata menjadi lebih mahal dari harga biasanya. Jalan bebas hambatan pun menjadi padat dari biasanya. Jadi semua orang memanfaatkan golden week ini untuk berlibur dengan seluruh keluarga.

Dikutip dari : Wikipedia Indonesia.


[ add comment ] permalink ( 3 / 38 )
Hari Kartini 

Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Buku yang terkenal adalah Habis Gelap Terbitlah Terang yang berisikan kumpulan surat-surat Kartini untuk teman-temannya di Belanda.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

SELAMAT HARI KARTINI UNTUK SELURUH WANITA INDONESIA.....tetaplah berjuang untuk kemajuan wanita Indonesia!!!!

Dikutip dari : Wikipedia Indonesia


[ add comment ] permalink ( 3 / 39 )
Hachiko Anjing Yang Setia 

Mungkin sebagian besar kalian tahu cerita mengenai Hachiko. Tapi kalau yang belum tahu, saya akan ceritakan sedikit mengenai anjing itu.

Hachiko adalah seekor anjing jantan jenis akita. Lahir di Odate, perfektur Akita 10 November 1923 namanya sewaktu kecil adalah Hachi.
Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachiko, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachiko biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Film Hachiko Monogatari karya sutradara Seijiro Koyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachiko di kota kelahirannya, Odate. Monumen peringatan ulang tahun Hachiko ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachiko di Odate. Sebuah drama spesial tentang Hachiko ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Jika anda ingin tahu secara lengkap silahkan menonton film tersebut…

Dikutip : wikipedia


[ add comment ] ( 1 view ) permalink ( 3 / 51 )
Shabu – Shabu 

Bagi pencinta masakan Jepang pasti sudah tahu atau pernah merasakan shabu-shabu. Shabu-shabu adalah masakan Jepang jenis Nabemono berupa daging sapi yang di iris sangat tipis yang di celupkan ke dalam panic khusus berisi air panas di atas meja makan. Biasanya dimakan bersama saus yang mengandung wijen. Didalam panic juga dimasukkan sayur-sayuran, tahu atau kazukiri.
Selain irisan daging sapi, daging lain juga bisa dimakan secara shabu-shabu seperti daging ayam, daging domba, ikan Fugu, gurita, dan kakap.
Sebenarnya dahulu masakan ini beasal dari Beijing, biasanya masakan ini di nikmati pada saat musim dingin. Kemudian dibawa oleh orang Jepang yang pernah tinggal di Manchuria.

[ add comment ] permalink ( 3 / 50 )
Perayaan Hinamatsuri 

Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyo, boneka festival).

Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang) dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Walaupun disebut Matsuri perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

Hidangan istimewa untuk anak perempuan yang merayakan Hinamatsuri antara lain: kue hishimochi, kue hikigiri, makanan ringan hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang (hamaguri), serta chirashizushi. Minumannya adalah sake putih (shirozake) yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan mirin atau shochu dan koji. Minuman lain yang disajikan adalah sake manis (amazake) yang dibuat dari ampas sake (sakekasu) yang diencerkan dengan air dan dimasak di atas api.

[ add comment ] ( 2 views ) permalink ( 2.8 / 114 )

<<First <Back | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | Next> Last>>