Test Kemampuan Bahasa Jepang Internasional 

Nihongo Nouryoku Shiken atau Japanese Language Procifiency Test adalah ujian kemampuan bahasa Jepang yang berstandar internasional, untuk semua orang berbahasa asing atau yang bahasa aslinya bukan bahasa Jepang.
Test ini diselenggarakan setiap tahun serentak di seluruh dunia pada hari minggu pertama bulan Desember.

Untuk wilayah Indonesia biasanya pendaftaran akan dimulai dari tanggal 21 Agustus sampai 21 September. Nouryokushiken di Indonesia biasanya dilaksanakan di 7 kota yaitu : Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Padang.

Biaya untuk mengikuti test ini adalah :
Level 1 & 2 sebesar Rp 120.000,-
Level 3 sebesar Rp 100.000,-
Level 4 sebesar Rp 80.000,-
Dan biaya formulirnya sebesar Rp 10.000,-

Untuk materi Nouryokushiken dibgi menjadi tiga yaitu : Moji-Goi ( menulis & kosakata ), Choukai ( pendengaran ), dan Dokkai-Bunpou ( bacaan & pola Kalimat ). Semua soal ditulis menggunakan hiragana, katakana & kanji yang disesuikan dengan level masing-masing.

Level kemampuan bahasa jepang dibagi menjadi 4 yaitu :
- Level 1 : menguasai sekitar 2000 kanji & hapal, serta mengerti penggunaan 10.000 kata dalam bahasa Jepang, dapat memahami percakapan yang kompleks, membuat tulisan, membaca berita dengan fasih dalam kehidupan sehari-hari.
- Level 2 : menguasai sekitar 1000 kanji & 600 kata-kata, dapat memahami percakapan, membuat cerita, membaca berita dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Level 3 : menguasai sekitar 300 kanji & 1.500 kata, bisa memahami percakapan standar dalam keseharian, memahami kosakata & pola kalimat standar.
- Level 4 : menguasai sekitar 100 kanji & 800 kata dalam bahasa Jepang, bisa memahami percakapan standar dalam keseharian.

Walaupun hanya ada 4 level, tetapi untuk naik ke level berikutnya tidak sama tingkat kesulitannya. Mereka harus berjuang dengan keras agar bisa mencapai level selanjutnya. Jadi silahkan mencoba bagi yang berminat & setidaknya menguasai kosakata dalam bahasa Jepang.

Dikutip : dari berbagai sumber

[ add comment ] permalink ( 2.9 / 129 )
Belajar Membuat Keramik 

Keramik berasal dari bahasa Yunani Keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang sudah mengalami proses pembakaran. Ternyata membuat keramik itu tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini telah dialami oleh Wayan yang beberapa hari lalu berkesempatan untuk mencoba belajar membuat keramik di daerah Guwang Gianyar.

Cara pembuatan keramik ada 3 yaitu :
1.Dengan media tanah padat : dengan menggunakan cetakan dan bentuk yang disesuaikan dengan keinginan, kemudian tanah padat tersebut di tekan-tekan ke dalam cetakan sehingga berbentuk. Setelah itu dikeluarkan & dihaluskan, kemudian dijemur selama 4 jam. Setelah kering kemudian di bakar dan di finishing dengan cat sesuai selera. Proses terakhir juga dilakukan pembakaran untuk mendapatkan hasil yang bagus.

2.Dengan tanah cair : Kalau dengan tanah cair kita tinggal menuangkan ke dalam cetakan hingga padat. Kemudian dijemur dan dibakar. Setelah itu di finishing dan dipoles sesuai selera lalu dibakar kembali.

3.Dengan tehnik putar : cara ini sepertinya harus mempunyai keahlian khusus. Diawali dengan meneteskan air pada tanah padat lalu diremas hingga menjadi mudah untuk dibentuk, kemudian di letakkan pada electric will dan dibentuk sesuai keinginan. Prosesnya sama seperti yang lain.

Apakah anda ingin mencoba??? Kalau ingin mencoba lebih baik dengan proses yang mudah dulu, karena kalau pada proses awal kurang bagus maka hasil akhir dari keramik tersebut bisa retak atau pecah. Tapi namanya kita belajar jadi jangan takut gagal….

Salam,
Putri

[ add comment ] permalink ( 3 / 119 )
Hari Batik Nasional 

Pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia di Perancis. Kita sebagai warga negara Republik Indonesia harus berbangga dengan hal ini dan setiap tanggal 2 Oktober akan kita peringati dengan Hari Batik Nasional.

Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang artinya menulis dan “nitik”. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.
Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak menggunakan canting atau cap dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” (wax) yang diaplikasikan diatas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.

Batik sendiri memiliki 2 jenis yaitu :
1.Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3bulan.
2.Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia (Jawa) yang sampai saat ini masih ada. Untuk itu marilah kita jaga & lestarikan dengan menggunakan batik tersebut diberbagai kesempatan.

Salam,
Putri

Dikutip:dari berbagai sumber


[ add comment ] permalink ( 2.9 / 123 )
Perpisahan dengan pengajar SIKI BALI 

Hari sabtu 26 September 2009 lalu, kami mengadakan acara makan siang bersama dalam rangka perpisahan dengan salah satu pengajar Bahasa Jepang yang akan berangkat ke Jepang.

Kebetulan Oeinada, itu nama pengajar dari SIKI BALI, mendapat program beasiswa dari Monbusho ( Departemen Pendidikan Jepang ) untuk belajar di Universitas Toyama Selama 1 tahun sekaligus memperdalam bahasa Jepang juga belajar budaya & adat istiadat Jepang.

Kami berharap semoga ini menjadi pengalaman hidup yang sangat berguna untuk masa yang akan datang. Dan bisa mengenal dunia luar lewat beasiswa yang telah diberikan oleh pemerintah Jepang kepada salah satu mahasiswa terbaik di Bali.

Selamat jalan untuk Oeinada, selamat belajar & raihlah semua harapan juga mimpi yang belum terwujud… Ganbatte Kudasai ne…!!!!!
Dan setelah semua selesai kami menunggu untuk kembali bergabung dengan team pengajar Yayasan SIKI BALI.

Salam,
Putri

[ add comment ] ( 1 view ) permalink ( 2.9 / 132 )
Lomba Masak 

Gathering kali ini, sangat berbeda dengan sebelumnya. Biasanya kami pergi ke suatu tempat untuk melakukan aktifitas….
Tapi untuk bulan September ini kami fokuskan acara tersebut di kantor dengan mengadakan lomba masak antar negara. Wah kelihatannya seru & asyik juga ya???? Sebenarnya 1 team terdiri dari 5-6 orang & dicampur untuk orang lokal & orang jepangnya. Untuk masakan Indonesia kami sepakat membuat Sate Ayam & untuk masakan Jepangnya adalah Onigiri & Okonomiyaki.

Tepat jam 13.00 wita kita mulai, tapi sebelumnya bahan & alat-alat sudah dipersiapkan oleh masing-masing kelompok. Diawali dengan proses membuat sate ayam, dari memotong daging, membuat bumbu & siap dipanggang. Setelah selesai dipanggang kemudian diberi bumbu kacang. Secara garis besar rasa sate ayam yang kami buat sama, mungkin hanya rasa bumbu kacangnya saja yang membedakan untuk setiap kelompok.

Setelah itu dilanjutkan dengan membuat makanan jepangnya. Onigiri terbuat dari beras & dicampur dengan sedikit ketan. Setelah matang kemudian dibentuk & dibungkus dengan rumput laut. Kemudian dilanjutkan dengan membuat bahan untuk Okonomiyaki. Okonomiyaki sejenis martabak kalau di Indonesia, terbuat dari kol & berisi cumi-cumi atau daging ayam. Kami satu team saling membantu hingga cepat selesai. Tetapi yang membuat sedikit kacau adalah makanan yang sudah jadi harus ditaruh di meja untuk dihidangkan, tetapi karena mungkin kita semua sudah sangat ingin mencoba masakan tersebut akhirnya kita semua jadi saling tukar – menukar masakan yang sudah selesai dengan team yang lain….

Jadi semua team menjadi pemenang untuk lomba masak tersebut. Kita juga senang & sangat menikmati acara ini. Walaupun sebenarnya kami tidak mahir untuk memasak tapi dengan semangat demi terlaksananya acara ini kami jadi berusaha untuk membuat yang terbaik.

Salam,
Putri

[ add comment ] permalink ( 3 / 131 )

<<First <Back | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | Next> Last>>